Keterampilan Berbahasa bg. 3 (2)
Menurut
Anda apakah proses komunikasi itu sama dengan proses berbicara? Jika Anda
berpikir iya, maka jawaban Anda adalah salah. Karena komunikasi dan berbicara
itu saling berkaitan namun tidak dapat disamakan. Didalam komunikasi terdapat
salah satu media yang itu berbicara. Namun jika komunikasi tanpa media
berbicara, dapatkah komunikasi itu berjalan? Jelas bisa, karena masih ada
media-media lain seperti komunikasi melalui tulisan, gerak tubuh dan lain-lain.
Jadi,
berbicara pun memiliki makna dan proses tersendiri. Berikut ini adalah artikel
mengenai bahasan berbicara sebagai proses.
BERBICARA
SEBAGAI PROSES
Proses
mengandung pengertian bahwa ada beberapa hal yang bergerak secara dinamis.
Dimulai dari satu titik dan berakhir pada titik lainnya. Berkaitan dengan
berbicara sebagai proses, Berlo dalam Cangara mengatakan bahwa unsur-unsur yang
terlibat dalam kegiatan berbicara bergerak aktif dan dinamis (2004:49).
Berbicara sebagai proses adalah kegiatan
berbicara yang dimulai dengan proses simbolisasi pesan dalam diri pembicara
untuk disampaikan kepada pendengar melalui sebuah media. Pesan pembicara juga
diterima melalui proses simbolisasi dalam diri pendengar untuk menentukan
respons yang sesuai dengan yang diharapkan pembicara.
Kegiatan
berbicara mempunyai tahapan-tahapan tertentu. Dari mulai persiapan sampai pada
pelaksanaan, bahkan kalau memungkinkan sampai pada tahap evaluasi.
1. Persiapan, terdiri dari:
1. Persiapan, terdiri dari:
a. Penentuan topik, dengan pertimbangan:
1)
topik harus menarik;
2) topik tidak terlalu luas dan juga
tidak terlalu sempit;
3) topik yang dipilih hendaklah belum
banyak diketahui pendengar.
4) topik yang dipilih juga hendaklah
jangan yang tidak Anda ketahui dan kurang
didukung bahan dan sumber-sumber
bahan yang cukup.
b. Penentuan tujuan.
c. Pengumpulan referensi.
d. Penyusunan kerangka.
e. Berlatih.
2. Pelaksanaan Kegiatan Berbicara
a. Pembuka.
b. Pembahasan Pokok.
c. Penutup.
3. Evaluasi.
Evaluasi dapat dilakukan dengan meminta
kritik, saran ataupun tanggapan atasa hasil pembicaraannya tadi. Agar dapat
meningkatkan kemampuan berbicaranya pada kesempatan lain.
Tahapan-tahapan
ini biasa ditemukan pada kegiatan pembicaraan formal. Namun seiring
perkembangan zaman, diantara tahapan tersebut, pembicara sering menyisipkan
ungkapan pemikat. Ungkapan pemikat ialah ungkapan atau kata-kata yang berguna
agar pendengar tertarik untuk mendengarkan pembicara. Ungkapan pemikat ini
dapat berupa cerita anekdot singkat, pantun dan sebagainya.

Komentar
Posting Komentar