Keterampilan Berbahasa bg. 1
Hakikat
keterampilan berbahasa
Pengertian keterampilan berbahasa
Menurut Hoetomo, keterampilan berbahasa
adalah cara yang digunakan untuk
menggambarkan manusia yang bermutu dan memiliki pengetahuan, keterampilan dan
kemampuan.
Keterampilan berbahasa ialah Proses
Komunikasi dimana ada pengirim pesan yang akan menyampaikan, dan
memformulasikannya dalam wujud lambang-lambang berupa bunyi/tulisan, proses
demikian disebut encoding. Kemudian
ada sang penerjemah yang menerjemahkan lambang-lambang berupa bunyi/tulisan
tersebut menjadi makna sehingga pesan tersebut dapat diterima secara utuh,
proses itu disebut decoding. Jadi,
kedua belah pihak yang terlibat dalam komunikasi tersebut sama-sama memiliki
keterampilan.
Keterampilan berbahasa
dapat dikelompokkan ke dalam 2 kategori, yakni aspek reseptif dan aspek
produktif. Aspek reseptif bersifat penerimaan atau penyerapan Sedangkan aspek
produktif bersifat pengeluaran atau memproduksikan bahasa, baik lisan maupun
tertulis.
Jenis-jenis keterampilan berbahasa
Berdasarkan survey mengenai penggunaan waktu :
-Keterampilan
Menyimak 45 %
-Keterampilan
Berbicara 30%
-Keterampilan
Membaca 16%
-Keterampilan
Menulis 9%
Manfaat Keterampilan berbahasa
Dalam
melakukan interaksi komunikasi dalam masyarakat. Berikut manfaat keterampilan
berbahasa :
a.
Mengungkapkan Pikiran
b.
Mengekspresikan Perasaan
c.
Menyatakan Kehendak
d.
Melaporkan fakta yang disimak
e.
Menerima informasi
Hubungan aspek keterampilan
berbahasa
- Hubungan
Berbicara dengan Menyimak
Menurut
Brooks dalam Tarigan (1994:3), berbicara dan mendengarkan merupakan kegiatan
komunikasi dua arah yang bersifat langsung. Apabila kita amati
peristiwa-peristiwa komunikasi yang terjadi dalam masyarakat,
b - Hubungan
Menyimak dengan Membaca
Mendengarkan
dan membaca sama-sama merupakan keterampilan berbahasa yang bersifat reseptif.
Mendengarkan berkaitan dengan penggunaan bahasa ragam lisan, sedangkan membaca
merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis.
c - Hubungan
Membaca dengan Menulis
Membaca
maupun menulis merupakan aktivitas berbahasa ragam tulis. Menulis merupakan
kegiatan berbahasa yang bersifat produktif, sedangkan membaca merupakan
kegiatan berbahasa yang bersifat reseptif
d - Hubungan
Menulis dengan Berbicara
Seorang
pembicara biasanya diminta menulis sebuah tulisan terlebih dulu. Kemudian, yang
bersangkutan diminta menyajikan itu secara lisan dalam suatu forum.
Selanjutnya, peserta akan menanggapi isi pembicaraan si pembicara
tersebut.Dalam kedua jenis aktivitas berbicara seperti yang dikemukakan di
atas, tampak jelas keterkaitan antara aktivitas menulis dan berbicara. Kegiatan
menulis dilakukan guna mendukung aktivitas berbicara. Subyakto-Nababan
(1993:153) dan Tarigan (1994:10) menjelaskan bahwa baik berbicara maupun
menulis merupakan kegiatan berbahasa yang bersifat produktif.
Unsur keterampilan berbahasa
-Unsur
Logika : Isi, Bahasa, Materi dan Organisasinya.
-Unsur
Linguistik : Diksi, pembentukkan kalimat fonologi untuk berbicara serta ejaan
menulis.
Hakikat dari masing-masing
Keterampilan berbahasa :
a. Menyimak
Menyimak adalah kegiatan mendengarkan atau
memperhatikan baik-baik apa yang diucapkan orang, menangkap dan memahami makna
dari apa yang didengar yang menyebabkan long
term memory.
b. Berbicara
Berbicara adalah jenis keterampilan
berbahasa ragam lisan yang bersifat produktif, terdapat tiga jenis situasi
berbicara yaitu interaktif, semi interaktif dan non interaktif.
c. Membaca
Membaca adalah salah satu jenis
keterampilan berbahasa ragam tulis, bersifat reseptif. Keterampilan ini dapat
dikembangkan secara tersendiri, terpisah dari keterampilan menyimak dan
berbicara.
d. Menulis
Menulis adalah jenis keterampilan bebahasa
ragam tulis yang bersifat aktif-produktif. Dengan mengembangkan pikiran,
gagasan, ide dan suatu struktur tulisan yang sistematis.

Komentar
Posting Komentar