Strategi Pembelajaran Keterampilan Membaca di
Sekolah Dasar
Pengertian Strategi Pembelajaran Membaca
Strategi yang dilakukan siswa untuk
berlatih secara intensif, teratur, dan berkesinambungan dalam kegiatan membaca
agar dapat melakukan kegiatan membaca yang aktif dan merangsang pola pikir.
Seperti latihan membaca dengan kecepatan tertentu, latihan mengukur kecepatan
membaca, latihan menempatkan secara tepat titik pandang mata, latihan
memperluas jangkauan pandang mata.
Karena, membaca merupakan kemampuan yang
kompleks. Membaca bukan hanya kegiatan memandangi lambang-lambang tertulis
semata, tetapi berupaya agar lambang-lambang yang dilihatnya itu menjadi
lambang-lambang yang bermakna baginya.
Macam - Macam Srategi
Pembelajaran Membaca
·
SQ3R
SQ3R dikemukakan oleh
Francis P. Robinson (seorang guru besar psikologi dari Ohio State University),
tahun 1941. SQ3R merupakan proses
membaca yang terdiri dari lima langkah:
a.
Survey, atau prabaca adalah teknik untuk
mengenal bahan sebelum membacanya secara lengkap, dilakukan untuk mengenal
organisasi dan ikhtisar umum yang akan dibaca dengan maksud untuk: 1)
mempercepat menangkap arti, 2) mendapat abstrak, 3) mengetahui ide-ide yang
penting, 4) melihat susunan (organisasi) bahan bacaan tersebut, 5) mendapatkan
minat perhatian yang seksama terhadap bacaan, dan 6) memudahkan mengingat lebih
banyak dan memahami lebih mudah
b.
Question, pada waktu survey buku, pertanyaan kita
mungkin masih terlalu umum, tetapi pada waktu survey bab, pertanyaan kita akan
lebih khusus misalnya dengan menggunakan rumus 5W+1H.
c.
Read, mencari jawaban berdasarkan pertanyaan-pertanyaan. Pada tahap ini
konsentrasikan pada penguasaan ide pokok. Kita dapat sedikit memperlambat cara
membaca pada bagian-bagian yang kita anggap penting dan mempercepatnya pada
bagian yang kurang atau tidak penting.
d.
Recite (Recall), memperkokoh perolehan
kita dari membaca. Pada kegiatan ini apa yang telah diperoleh dihubungkan
dengan informasi yang diperoleh sebelumnya dan kita bersiap diri untuk
pembacaan selanjutnya. Pada kesempatan ini kita juga dapat membuat catatan
seperlunya. Jika masih mengalami kesulitan, ulangi membaca bab itu sekali lagi.
e.
Review. mengulangi merupakan kegiatan
untuk melihat kembali keseluruhan isi buku. Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri
kembali bagian penting dengan menemukan pokok-pokok penting yang perlu untuk
diingat kembali, karena diusahakan untuk memperoleh penguasaan bulat,
menyeluruh, dan kokoh atas bahan.
Membaca dengan metode
SQ3R ini sangat baik untuk kepentingan membaca secara intensif dan rasional.
·
MEMBACA CEPAT
Tarigan (1987) memberi pengertian
membaca cepat sebagai membaca segala sesuatu secara cepat dengan teliti dengan
maksud untuk menemukan informasi khusus, informasi tertentu yang dia inginkan
dari bahan bacaan. Membaca cepat yang baik rata-rata 800- 1000 kata dalam satu
menit. Bagian-bagian yang boleh dilompati antara lain bagian yang tidak informatif atau bagian yang
dianggapnya tidak perlu mendapat respon,
Bagian-bagian yang sudah diketahui, dan bagian-bagian kalimat yang tidak
berpengaruh jika dihilangkan. Yang perlu dibaca hanyalah kata kunci, ialah
kata-kata atau frase-frase yang jika dihilangkan dapat menimbulkan salah paham
atau menyebabkan bahan bacaan itu tidak bisa dipahami.
·
SCRAMBLE
Scramble merupakan metode pembelajaran
membaca yang menghendaki siswa untuk melakukan penyusunan atau pengurutan suatu
struktur bahasa yang sebelumnya dengan sengaja telah diacak susunannya dengan
cara belajar sambil bermain. Mereka
dapat berrekreasi sekaligus belajar dan berpikir, mempelajari sesuatu secara
santai dan tidak membuatnya stres atau tertekan.
(a)
Scramble kata; yaitu sebuah permainan
menyusun kata-kata dari huruf yang telah diacak letak hurufnya sehingga
membentuk suatu kata tertentu yang bermakna.
Misalnya dari huruf : selhako -- sekolah; rgamase -- seragam
(b)
Scramble kalimat; yaitu sebuah permainan
menyusun kalimat dari katakata acak sehingga membentuk kalimat logis, bermakna,
tepat, dan benar.
(c)
Scramble wacana; yaitu sebuah permainan
menyusun wacana logis berdasarkan kalimat-kalimat acak, sehingga membentuk
wacana logis dan bermakna.
·
ISIAN RUMPANG
Metode pembelajaran membaca berupa
penyajian suatu wacana yang secara sengaja dirumpangkan. Perumpangan itu
dilakukan dengan cara melesapkan kata-kata tertentu sesuai dengan kriteria yang
ditentukan. Kriteria tersebut didasarkan pada pertimbanganpertimbangan guru
mengenai tingkat kebutuhan yang perlu dilatihkan kepada siswa.
Komentar
Posting Komentar